Kembali ke Daftar

Kisah Muhammad, calon Ayah yang sumringah mengikuti kelas Ibu hamil

02/9/15
Kisah Muhammad, calon Ayah yang sumringah mengikuti kelas Ibu hamil

Teks oleh PKBI Daerah Jawa Timur

Tidak sekedar mengajak berdiskusi pada kelompok ayah, ibu dan remaja saja, tapi program Laki-laki Peduli di PKBI Jawa Timur benar-benar berupaya untuk melakukan intervensi pada ibu hamil dan pasangannya untuk menurunkan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi. Berdiskusi tentang pentingnya peran ayah/suami dalam pendampingan ibu hamil, dari menjaga nutrisi, mengurangi beban pekerjaan domestik dengan berbagi peran sampai mendampingi persalinan. Karena terbukti bahwa kehadiran calon ayah sangat membuat calon ibu lebih tenang dalam proses melahirkan. Dan keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak akan meningkatkan hubungan yang harmonis antara ayah dan anak.

Ini dia cerita Muhammad, 27 tahun, calon ayah yang sumringah mengikuti kelas ibu hamil.

“Pada awalnya saya kalau mengerjakan pekerjaan di rumah, orang tua dan lingkungan sekitar menganggap saya lagi tidak ada kerjaan, membuat hati saya tidak nyaman saat ejekan itu terdengar. Tapi lama-lama orang jadi berhenti mengejek. Apalagi sekarang istri saya sedang hamil, saya sengaja minta istri untuk sering istirahat, pekerjaan di rumah saya yang lakukan. Pagi hari saya mencuci pakaian keluarga, setelah itu bahkan saya memasak, baru berangkat kerja. Saya lakukan ini untuk menjaga kesehatan jabang bayi yang ada di dalam kandungan dan ibunya. Ini bentuk rasa syukur saya dan istri karena kehamilan ini saya tunggu sejak awal pernikahan saya hingga satu tahun setengah sampai sekarang baru mau diberikan anak. Saya selalu antar istri saya ke bidan untuk periksa kandungan dan kerap kali saya menanyakannya ke bidan terkait kondisi bayi dan istri saya makanan apa yang baik untuk anak dan istri saya agar tidak kekurangan asupan gizi. Saya murni mengetahui pentingnya mengantar istri ke bidan untuk periksa dari kegiatan program laki-laki peduli. Saya secara pribadi dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas ilmu yang tidak mampu saya balas pada Tim Laki-laki Peduli“.

Muhammad hadir bersama istrinya Nasih, 24 tahun yang sedang hamil 4 bulan. Sebelum mengikuti kegiatan ini, Muhammad ternyata sudah pernah mengikuti kegiatan workshop komunitas 2 bulan sebelumnya. Kegiatan bersama ibu hamil dan pasangannya ini dilakukan di Poskesdes desa Mandiro, Kec. Tegal Ampel, Kabupaten Bondowoso, kerjasama bidan desa dengan Tim Mencare Kabupaten Bondowoso pada 18 Agustus 2015 kemarin. Kegiatan juga dilakukan di beberapa Puskesmas lain di 4 wilayah intervensi program Mencare di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.