Kembali ke Daftar

Dokter Vidya : Masuk Nominasi Dokter Teladan Karena Gerakan Ayah Peduli

28/4/15
Dokter Vidya : Masuk Nominasi Dokter Teladan Karena Gerakan Ayah Peduli

Teks oleh PKBI Jawa Timur

Jakarta, 28 April 2015 - “Apa sih yang dimaui perempuan itu?? Apakah mau menggantikan posisinya laki-laki?”. Kalimat ini terucapkan oleh dr. Muhammad Vidya Buana, Kepala Puskesmas Wonosalam, Jombang pada saat sesi Gender dalam Pelatihan Program Laki-laki Peduli untuk Tenaga Kesehatan oleh Rutgers WPF pada November 2014 yang lalu. Saat itulah pertama kali dr. Vidya yang saat itu mendapat mandat langsung dari Kepala Dinas Kesehatan Jombang, memahami dan mengakui tentang pentingnya pelibatan laki-laki dalam upaya memperjuangkan kesetaraan gender dan pemenuhan hak kesehatan reproduksi perempuan.

Saat ini justru dr. Vidya yang menjadi penggerak pertama pada tenaga kesehatan di Kabupaten Jombang, Jawa Timur dengan pencanangan program Gerakan Ayah Peduli di Puskesmas yang dipimpinnya sekaligus mendorong semua Kepala Puskesmas di wilayah Jombang untuk mereplikasi programnya sebagai upaya untuk menurunkan angka kematian ibu, dimana angka kasus di Jombang terbilang tinggi di Jawa Timur.

Program ini mendorong ayah dalam mendampingi istrinya dalam pemeriksaan kehamilan, persalinan sampai pasca persalinan. Dalam layanannya, dr. Vidya memberi kesempatan seluas-luasnya bagi ayah yang mendampingi istrinya, dari mendengarkan nasehat dokter saat kontrol konsultasi sampai masuk ke ruang persalinan untuk memotong tali pusar anak jika bersedia pada saat persalinan. Hal ini dimaksudkan untuk membangun kedekatan emosional antara ayah dan anak dan memberikan ketenangan pada ibunya saat persalinan.

Sejak akhir Januari 2015 sejak program ini dicanangkan, dari 30 persalinan 100% suami mendampingi istrinya saat kontrol kunjungan sampai persalinan, 21 diantaranya bersedia memotong tali pusar anaknya. Dan atas inisiasinya, dr. Vidya akhirnya masuk dalam 5 besar nominasi dokter teladan oleh Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur dan pada Tanggal 6 Mei diagendakan kunjungan oleh Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur untuk melakukan penilaian ke tempat layanan.