Kembali ke Daftar

Bondowoso bergerak menghapus kekerasan terhadap Anak & Perempuan

10/4/15
Bondowoso bergerak menghapus kekerasan terhadap Anak & Perempuan

Teks oleh PKBI Jawa Timur

Bondowoso, 10 April 2015 - Kabupaten Bondowoso bergerak maju! Saat ini Angka Kematian Ibu masih cukup tinggi di Bondowoso yakni 140 kasus pada tahun 2012 (peringkat 4 Jawa Timur) dan juga masih tingginya angka pernikahan dini yang menempatkan Bondowoso di peringkat pertama di Jawa Timur.

Karakter masyarakat yang agamis di Bondowoso menjadikan tokoh agama sangat penting sekali untuk dilibatkan dalam kampanye pelibatan laki-laki dalam program laki-laki peduli. Film Surga Kecil di Bondowoso adalah sebagian dari profil para ustadz yang saat ini menjadi penggerak jama’ahnya untuk menjadi laki-laki peduli. Dua tahun menjalankan program ini di Kabupaten Bondowoso, tampaknya tidak cukup memberi pengaruh pada jajaran Pemerintah Bondowoso untuk mau bergerak. 

Tidak kekurangan cara, Tim Pelaksana program semakin giat melakukan advokasi pada masyarakat, memperkuat komunitas dan kebijakan di level bawah. Diskusi-diskusi di komunitas sangat menarik perhatian masyarakat yang sering bergabung untuk sekedar mendengarkan diskusi. Berikutnya mereka berinisiatif untuk mengkampanyekan isu itu dalam Care Free Day di alun-alun Bondowoso yang setiap pagi dikunjungi oleh ratusan keluarga. Beberapa remaja yang telah mengikuti diskusi komunitas, secara sukarela menggelar lapak kampanye laki-laki peduli, menyediakan pos informasi, menyediakan materi KIE, sampai melakukan wawancara pada pasangan-pasangan keluarga yang lalu lalang tentang pentingnya pembagian peran dalam keluarga.


Tidak cukup dengan itu, di desa Karang Anyar, telah ditandatangani komitmen bersama untuk menolak kekerasan terhadap perempuan. Komitmen ini ditandatangani oleh Kepala Desa, Babinkabtibmas dan beberapa tokoh desa setempat. “Menjadi Laki-Laki Peduli juga bagian dari Jihad”, kata Yudi R. Hadi, Bhabinkamtibmas Desa Karanganyar yang juga anggota Polsek Tegalampel. “Ya, jihad itu tidak harus dimaknai perang, sebagaimana dilakukan ISIS (gerakan yang mengatasnamakan Negara Islam Iraq dan Suriah) atau mereka yang berpaham radikal yang memaknai jihad hanya dengan peperangan”, tambah Andiono, Koordinator Program Laki-Laki Peduli di Bondowoso, Kamis (9/4/15).

“Menjalankan program Laki-Laki Peduli ini bernilai ibadah, karena mampu memberikan penyadaran dan pengetahuan baru kepada masyarakat luas,” kata Yudi. “Jika Workshop kelas ayah dan pasangan serta remaja bisa diperluas, Insyaallah ini akan mampu menekan permasalahan remaja, serta mampu membangun keluarga sakinah mawaddah wa rohmah. Disinilah unsur ibadahnya program ini. Oleh karena itu, kami mewakili perangkat desa siap memberikan komitmen bersama untuk mendukung program dan memutus mata rantai kekerasan dalam rumah tangga (KDRT),” ungkapan Sugiono, Kepala Desa Karang Anyar.